Pages

Sunday, March 9, 2014

(Review) Tjendana Bistro

Sejak memutuskan untuk mengambil pekerjaan di tanah Betawi, dan kembali ke Bandung hanya di saat weekend, terus terang saya seringkali terkaget-kaget dengan perubahan wajah kota Bandung ini. Mengingat saya cinta makanan, yang selalu jadi perhatian saya adalah cafe/resto baru yang tampaknya selalu bertambah setiap kali saya iseng turun gunung, hahahaha.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, saat weekend melihat ada sebuah resto baru di daerah Sukajadi, dan menambahkan itu ke dalam list panjang resto yang harus didatangi (kalau ada waktu, dan tidak sedang diet), 3 hari kemudian datang undangan di IdFb (Indonesia Food Blogger) untuk hadir dalam acara Food Testing di resto yang masuk ke list itu : Tjendana Bistro

Saat membaca undangannya, Tjendana Bistro ini memperkenalkan diri sebagai restoran yang menyediakan dan mengeksplorasi kekayaan masakan Indonesia. Jadi di pikiran saya, makanan yang disediakan tidak jauh-jauh dari masakan Indonesia populer dari berbagai daerah Indonesia.

Ternyata saat membaca menu makanan yang disediakan, Tjendana Bistro tidak sekedar menyediakan masakan Indonesia, tetapi membuka diri cukup luas untuk menerima pengaruh dari masakan Peranakan dan Thai. Hasilnya, semua masakan yang ditawarkan di menu, menyimpan "kejutan cerdas" dari Chef penciptanya. 
Misalnya saat saya mencicipi "Tahu Telur", saya lumayan surprise saat mencicipi bumbunya. Jika biasanya pakem bumbu Tahu Telur adalah saus petis, di Tjendana Bistro saus Tahu Telurnya adalah mirip saus kacang pada Rojak Singapura, atau sedikit taburan kecombrang pada Ayam Saus Mangga-nya membuat hidangan ini tampil dengan rasa yang "kayaknya kenal, tapi apa yang beda ya".

Hidangan yang jangan sampai terlewatkan di sini adalah menu roti canai. Roti canai disini cukup banyak variasi, yang paling saya suka adalah Canai Tissue yang tipis, crunchy dengan lengket karamelnya ^^
Roti Canai Gulai Ayamnya juga sebaiknya jangan dilewatkan, the taste is just right, pas semuanya.

Saya punya 3 kategori untuk resto yang akan didatangi, kategorinya : Rasa, Harga, Tempat. Ada Resto yang rasanya enak, tapi harga & tempatnya kurang oke. Ada juga resto yang harganya oke banget, tapi rasa dan tempat standart. Atau resto yang saya datangi hanya untuk tempatnya aja, karena enak untuk nongkrong lama, sementara rasa dan harga ya begitulah, hehehhehe

Tjendana Bistro termasuk yang mana? turns out masuk semua kategori : Rasa Ok, Harga wajar dan tempatnya juga asyik, terutama untuk ajak keluarga beserta anak-anak. Anak-anak bisa dilepas di indoor playground area, sementara orang dewasanya bisa tenang sosialisasi. Perfect ^^




Tjendana Bistro
Jl. Sukajadi No. 181
Bandung
(022 203 4622









Friday, May 10, 2013

Hakau


Recipe by : Chef Andy Widada

ini dia resep kursus dengan OrangeKitchen-bandung.....
aku share salah satu resep favorite aku...Hakau.
seneng banget makan ini, setiap ke restoran dimsum pasti makan ini. Dapat "rahasia" membuat udang garing ala resto DimSum....
penasaran ? ini dia resep & "rahasia"nya

bahan kulit : (ini resep 1/20 bagian aslinya)
50 gr tepung tangmien
25 gr tepung sagu
85 ml air mendidih (resep asli 25 gr...? kurang banget jadi aku pakai patokan airnya cie stella)

caranya :
aduk rata tangmien dan sagu, masukkan air mendidih....aduk pakai sendok kayu hingga tercampur rata...lalu uleni pakai tangan hinggal kalis/homogen. siap di potong kecil2
* 1 resep buat +/- 30 bulatan kecil *...ntar di gilas pake rolling pin dan siap diwiron dengan isian

Isian Hakau : (takarannya udah aku sesuaikan untuk jumlah yang sedikit)
200 gr Udang Peci Putih , potong 3 (pilih yang besar)..marinate dengan 3/4 sdt air khi (air abu). biarkan  10 menit lalu cuci dibawah air mengalir hingga benar2 bersih udangnya. *ini rahasianya, hehehehe*
1 sdt chicken powder
garam sedikit
1 sdt gula
1 sdt sagu
minyak wijen sedikit (kemaren gak pake)

Cara buat:
aduk udang, sagu, & garam hingga udang 1/2 hancur....
tambahkan bahan lainnya, lalu aduk lagi hingga adonan rata/ kalis
total wktu mengaduk ini bisa samapi 10 menit....
siap di jadikan isian


Sunday, May 27, 2012

Coffee Cheesecake

Kue ini hasil ga bisa tidur siang-siang, mendadak kepengen banget makan cheesecake yang enak. Kebetulan ada sisa bahan di chiller, 30 menit udah jadi kue ini.

Bahan:
2 lembar sponge cake coklat siap pakai
250 gr dairy whipped cream, kocok kaku
250 gr cream cheese, biarkan suhu ruang
2 bungkus coffeemix + 50 gr gula, larutkan dalam 120 gr air.
1,5 sdm gelatin bubuk + 50 gr air, biarkan set, tim hingga cair

cara membuat :
- siapkan loyang ring diameter 20cm, lapisi mika di sekelilingnya. masukkan 1 lembar sponge cake untuk alas. sisihkan
- kocok cream cheese hingga lembut, campurkan larutan kopi, aduk rata.
- tambahkan larutan gelatin, aduk rata.
-  terakhir campur dengan whipped cream kocok, aduk rata.
- masukkan 1/2 bagian adonan cream cheese ke dalam loyang. tumpuk dengan 1 lembar sponge cake sisa. tuang kembali sisa adonan cheese cake.
- dinginkan di chiller selama 2 jam, atau hingga set. siap dihidangkan.

Monday, May 21, 2012

Cheese Muffin

sumber : Yuli bunda nadine

muffin ini ada sedikit wangi2 asam khas cream cheese, teksturnya juga empuk banget. pastikan pakai butter ya supaya wanginya mantap

Bahan :
50 gr maizena
2sdm susu bubuk full cream
125 gr gula
225 ml susu UHT
75 gr salted butter
125 gr cream cheese
75 gr minyak sayur
2 butir telur
21/2 sdt BP
keju cheddar parut untuk taburan

Cara membuat :
1. Nyalakan oven di suhu 200 celcius, alasi loyang muffin dengan papercup. ayak terigu+BP, sisihkan
2. campur maizena, susu bubuk, gula dan susu UHT dalam panci, masak dengan api kecil hingga mengental, sambil terus diaduk hingga mendidih.
3. angkat dari api, masukkan butter dan cream cheese, aduk rata dengan ballon whisk.
4.tambahkan minyak dan telur satu per satu. aduk rata hingga tidak ada gumpalan.
5. tambahkan ayakan terigu, aduk pelan hingga tercampur rata.
6 isikan ke dalam loyang muffin, taburi keju parut. panggang kurang lebih 25 menit hingga matang.

Sunday, November 13, 2011

Udang Goreng

Ini ceritanya sih pengen bikin Tempura Udang, tapi karena bikinnya ga sabaran, jadinya ga layak buat di sebut Tempura, wkwkwkwk.

Bahan :
Udang peci ukuran besar, buang kulit, sisakan ekor (jo : kemaren saya buang semua ampe ke ekor)
bumbui udang pake garam + bawang putih bubuk

adonan tepung : Aduk rata jadi adonan yang agak encer
terigu
air es
sejumput soda kue

Goreng di minyak yang sangat panas, kalo pengen ada kremesan keriting, ciprat2i minyak pakai adonan terigu sedikit. sebaiknya jangan menggoreng banyak2 dalam 1 batch, cukup 2-3 udang kalo pengen tampangnya kayak tempura...kalo kebanyakan, tar jadinya kayak yang di foto hiihihihihi

Saturday, November 12, 2011

Chocolate Cupcake

sumber : Joy of Baking

Resep ini gampang banget untuk di bikin, rasa coklatnya intens dan yang paling penting.... teksturnya lembut banget.... terus gampang banget buat di modifikasi.... resep andalan buat tukang kue yang malas menghafal terlalu banyak resep, hehehehhe

Bahan :

1/2 cup (50 gram) coklat bubuk Dutch-processed (merk : Van Houten, Bordeaux, dll)
1 cup (240 ml) air mendidih
1 1/3 cups (175 gram) terigu serbaguna (segitiga)
2 sdt baking powder 
1/4 sdt garam
1/2 cup (113 gram) mentega tawar (unsalted butter), suhu ruang
1 cup (200 gram) gula tepung
2 telur antero, ukuran besar
2 sdt vanilla extract

Cara membuat :

  1. Panaskan oven, 190 celcius. Masukkan papercup ke dalam loyang cupcake (Jo : pake loyang muffin 12 pcs)
  2. Campur coklat bubuk dengan air mendidih, aduk rata, sisihkan hingga suhu ruang.
  3. Ayak semua bahan kering, sisihkan
  4. Kocok mentega + gula tepung hingga pucat dan mengembang. Masukkan 1 butir telur, kocok rata. tambahkan 1 butir telur sisanya, kocok rata.
  5. tambahkan 1/2 bagian terigu, kocok kecepatan rendah seratanya, tambahkan 1/2 bagian cairan coklat, aduk rata. lakukan serupa dengan sisa adonan terigu dan coklat
  6. masukkan adonan ke dalam cup, isi 2/3 penuh. (1 resep = 12 cup loyang muffin)
  7. panggang +/- 16- 20 menit
  8. biarkan hingga agak dingin dalam loyangnya, keluarkan. 
  9. simpan dalam kontainer tertutup hingga siap untuk dihias

(30 mins cooking) Simple Shoyu Ramen

Shoyu Ramen
Sejak pindah ke atas gunung, ditambah dengan datangnya musim hujan, pilihan sajian diatas meja tidak pernah jauh2 dari sup dan sejenisnya.
Hidangan ini gampang banget di bikinnya, tinggal cemplung doang dan hasilnya ga kalah kok dengan di resto ^^
Ga percaya ? bikin dan buktikan.... nyokkkkkk


Bahan :

2-2,5 liter air
2 sachet Dashimoto
1 centong besar kecap Kikkoman
2 buah bawang bombay ukuran kecil, iris tebal
1-2 lembar Nori
1 bungkus mie kering jepang, rebus hingga lunak, sisihkan

Cara Membuat :
  1. Didihkan Air, masukkan dashimoto, bawang bombay, kecap dan nori. Kecilkan api, biarkan menggolak kecil sekitar 7-10 menit, untuk mengeluarkan aromanya.
  2. Tata mie jepang dalam 3-4 mangkuk, siram dengan kuah panas. Sajikan
*note : untuk variasi : tambahkan daging sukiyaki ke dalam kuah saat 1 menit terakhir, atau rebus air bersama lobak hingga empuk baru tambahkan bahan kuah yang lain. Atau bikin goreng udang seperti contoh foto ^^

Tuesday, February 8, 2011

Smokebeef and Cheese Bread

variasi rasa dari resep yang sama (keju, coklat, ham & cheese)

Resep hasil nyontek dari Christine's Recipe

Hasilnya wangi susu, lembut banget, tapi bukan lembut yang isinya angin ya ^^ masih ada padat2nya roti tanpa obat.

resep ini bisa dibuat dengan menggunakan bread maker.

siapkan loyang 10.5cm x 20.5cm x10cm

Bahan tangzhong (cukup untuk 2 resep):
  • 50g terigu protein tinggi / cakra
  • 250ml air ( atau susu, dapat pula di pakai 50/50)
Bahan Roti:
  • 350g terigu cakra
  • 55g gula kastor
  • 5g garam
  • 56g telur (1 butir besar)
  • 7g susu bubuk (optional)
  • 125ml susu
  • 120g tangzhong (setengah dari resep diatas)
  • 5 to 6g ragi instant (1/2 bungkus)
  • 30g mentega (biarkan suhu ruang)
Isi:
  • smokebeef
  • keju cheddar parut
Cara buat tangzhong:
  1. campur terigu dan air, aduk hingga rata dan tidak menggumpal. masak diatas api sedang sambil diaduk supaya tidak gosong.
  2. saat adonan menjadi semakin kental, dan terlihat garis2 (jejak garis) yang terbentuk setiap kali diaduk, matikan api.
  3. pindahkan ke mangkuk, tutup permukaan adonan dengan plastik lengket. simpan di kulkas selama beberapa jam. keluarkan tangzhong beberapa saat sebelum digunakan supaya bersuhu ruangan. Tangzhong bisa di simpan selama beberapa hari di kulkas selama tidak berubah warna atau aroma.
Cara membuat roti:
  1. campur semua bahan kering + tangzhong, kecuali garam. masukkan telur dan susu (selalu sisakan sedikit susu, takut terigunya lembab) uleni hingga kalis, tambahkan garam + mentega, teruskan uleni hingga elastis.
  2. bulatkan adonan, simpan dalam mangkuk dan tutup. diamkan hingga adonan mengembang 2 kali lipat.
  3. pindahkan ke atas meja yang sudah ditabur tepung terigu. bagi jadi 4 bagian, uleni dan bentuk bola. diamkan 15 menit.
  4. giling adonan hingga tipis, taburi smokebeef keju parut, gulung. giling kembali dan gulung. taruh dalam loyang. lakukan hal yang sama dengan 3 bagian lainnya.
  5. susun yang rapih ke empat adonan roti itu dalam loyang, biarkan mengembang hingga louang 3/4 penuh.
  6. olesi kocokan telur, panggang 40 menit dalam oven bersuhu 180 celcius
  7. keluarkan dari loyang, biarkan dingin diatas rak kawat. potong dan sajikan

Monday, May 17, 2010

(Beer Batter) Fish and Chips

Modifikasi dari : Jamie Oliver (FoodNetwork)

Bahan :

  • 1/2 cup terigu segitiga
  • 1/2 cup bir putih
  • 1 kuning telur
  • 1 putih telur, kocok hingga soft peaks
  • Garam
  • 250 gram fillet ikan putih, seperti : dori, kakap, dll (bumbui dengan sedikit garam)

Pelengkap :

  • French fries beku secukupnya, goreng hingga kuning keemasan
  • Saus Tartar (Jo :1 buah bawang bombay, cincang halus, aduk bersama 3-4 sendok makan mayonaise & air jeruk nipis)

Cara Membuat

  • Campur bersama terigu, bir, garam, dan kuning telur, hingga rata.
  • masukkan putih telur kocok, aduk rata
  • Panaskan minyak
  • celup ikan ke dalam adonan, goreng beberapa menit hingga kuning keemasan
  • angkat, taruh di kertas tissue untuk menyerap minyaknya
  • hidangkan bersama french fries & saus tartar (Jo : tadi aku ciprati sedikit balsamic vinegar, sebagai pengganti cuka fish & chips)
Jo's Notes :
  • bir bisa di ganti dengan air soda tawar
  • kalau adonan pelapis ada sisa, dikaryakan saja buat bikin onion ring. Caranya : potong 1 buah bawang bombay setebal 1 cm, pisahkan tiap lapisannya, celupkan ke adonan tepung, dan goreng hingga kuning keemasan

Saturday, May 8, 2010

Extra Light & Fluffy Pancakes

From : http://www.preparedpantry.com/

Ingredients
1 cup sifted all-purpose, pastry, or cake flour (jo : terigu segitiga)
1/8 teaspoon salt
1/2 tablespoon baking powder (jo : double acting baking powder)
2 egg yolks
3/4 cups milk, more or less
4 tablespoons butter, melted
2 egg whites
1 tablespoon sugar

Directions
1. Sift the dry ingredients together.
2. In another bowl, mix the yolks, most of the milk, and the melted butter together until smooth.
3. Make a well in the middle of the dry ingredients and add the mixed wet ingredients all at once. Stir until just combined. (Over-mixing will make for a tough pancake.)
4. Beat the egg whites until light and fluffy and soft peaks appear as for meringue. Add the sugar toward the end of the beating. Fold the egg whites gently into the batter with a spatula. Add milk as necessary to get the right consistency.
5. Cook as you would other pancakes.

Jo's Notes :
1. bikin di wajan teflon, tanpa harus di oles mentega
2. setelah pancake matang, pindahkan ke piring sambil oles tipis permukaannya dengan butter


Friday, March 26, 2010

Conversation With God


Something to think about, a reminder for my self

God
: Hello. Did you call me?
Me: Called you? No.. Who is this ?
God : This is GOD. I heard your prayers. So I thought I will chat.
Me: I do pray. Just makes me feel good. I am actually busy now. I am in the midst of something.
God : What are you busy at? Ants are busy too.
Me: Don't know. But I cant find free time. Life has become hectic. It's rush hour all the time.
God : Sure. Activity gets you busy. But productivity gets you results. Activity consumes time. Productivity frees it.
Me: I understand. But I still can't figure out. By the way, I was not expecting YOU to buzz me on instant messaging chat.
God : Well I wanted to resolve your fight for time, by giving you some clarity. In this net era, I wanted to reach you through the medium you are comfortable with.
Me: Tell me, why has life become complicated now?
God : Stop analyzing life. Just live it. Analysis is what makes it complicated.
Me: Why are we then constantly unhappy?
God : Your today is the tomorrow that you worried about yesterday. You are worrying because you are analyzing. Worrying has become your habit. That's why you are not happy.
Me: But how can we not worry when there is so much uncertainty?
God : Uncertainty is inevitable, but worrying is optional.
Me: But then, there is so much pain due to uncertainty. .
God : Pain is inevitable able, but suffering is optional.
Me: If suffering is optional, why do good people always suffer?
God : Diamond cannot be polished without friction. Gold cannot be purified without fire. Good people go through trials, but don't suffer. With that experience their life become better not bitter.
Me: You mean to say such experience is useful?
God : Yes. In every terms, Experience is a hard teacher . She gives the test first and the lessons afterwards.
Me: But still, why should we go through such tests? Why can’t we be free from problems?
God : Problems are Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons (to) Enhance Mental Strength. Inner strength comes from struggle and endurance, not when you are free from problems.
Me: Frankly in the midst of so many problems, we don't know where we are heading..
God : If you look outside you will not know where you are heading.Look inside. Looking outside, you dream. Looking inside, you awaken. Eyes provide sight. Heart provides insight.
Me: Sometimes not succeeding fast seems to hurt more than moving in the right direction. What should I do?
God : Success is a measure as decided by others. Satisfaction is a measure as decided by you. Knowing the road ahead is more satisfying than knowing you rode ahead. You work with the compass. Let others work with the clock.
Me: In tough times, how do you stay motivated?
God : Always look at how far you have come rather than how far you have to go. Always count your blessing, not what you are missing.
Me: What surprises you about people?
God : when they suffer they ask, "why me?" When they prosper, they never ask "Why me" Everyone wishes to have truth on their side, but few want to be on the side of the truth.
Me: Sometimes I ask, who am I, why am I here. I cant get the answer.
God : Seek not to find who you are, but to determine who you want to be. Stop looking for a purpose as to why you are here. Create it. Life is not a process of discovery but a process of creation.
Me: How can I get the best out of life?
God : Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear.
Me: One last question. Sometimes I feel my prayers are not answered.
God : There are no unanswered prayers. At times the answer is NO.
Me: Thank you for this wonderful chat.
God : Well. Keep the faith and drop the fear . Don't believe your doubts and doubt your beliefs. Life is a mystery to solve not a problem to resolve. Trust me. Life is wonderful if you know how to live. "Life is not measured by the number of breaths we take but by the moments that took our breath away!"

Monday, February 1, 2010

Banana Muffin with Raisins & Cheese


resep dapat dari resep mbak Vania

Muffin ini enak banget rasanya, tekstur muffinnya bagus, moist banget, cantik dengan serat-serat pisangnya, belum lagi wangi pisang yang benar2 menggoda. Luv it ^_^
Rasanya sedikit terlalu manis, tapi kalau ditemani teh/kopi pahit, pasti pas ^_^

Bahan :

3 pisang besar (Jo : 5 pisang ambon sedang yang sangat matang)

3/4 cup gula pasir (150 gr)
1 telur, kocok asal
1 sdt soda kue
1 sdt baking powder
1/2 sdt garam
1-1/2 cup terigu segitiga (225 gr)
1/3 cup mentega, lelehkan (70 gr)
1 gengam kismis

Cara Membuat :
1. Panaskan oven hingga 180C. Oles loyang muffin (yang isi 12)


2. Hancurkan pisang. tambahkan gula dan telur kocok. tambahkan metega cair, aduk rata.Masukkan bahan kering dan kismis, aduk perlahan, hingga semua bahan kering terlihat basah. Seratanya saja, jangan terlalu di aduk. Adonan akhirnya agak kental.

3. Masukkan adonan dengan scoop es krim ke dalam loyang muffin, taburi keju parut, panggang 20- 25 menit


Wednesday, January 27, 2010

Sushi Ekonomis (ala Jo)


berhubung teman2 pada penasaran ama sushi yang gw bikin untuk makan malam tadi, ini sekalian gw share resep Sushi wanna be yang biasa gw bikin ^_^

FYI, gw gak pernah bikin sushi pake beras jepang, karena gak tega ama dompet, hihihi... cuka yang dipake untuk campuran nasinya juga pake cuka beras aja, biar murah....trus campur gula pasir dikit, jadi gak usah pake mirin...hihihi

Bahan :
250 gr beras ketan
750 gr beras biasa
1/2 cup cuka beras ( atau sesuai selera)
gula pasir secukupnya

caranya :
  1. beras ketan dan beras biasa di campur jadi satu lalu masak jadi nasi seperti biasa, pake rice cooker.
  2. panas-panas, pindahkan nasi ke wadah plastik, lalu tuangkan cuka beras dan gula, aduk2 terus hingga rata dan nasi menjadi hangat. biarkan hingga dingin.
  3. Nasi sushi siap di gulungin apa saja sesuai selera ^_^

Carrot Cake


Aaaah, ini ceritanya ngiler gara2 mbak dita lagi niiih.....siapa yang gak bakal ngiler kalo fotonya meyakinkan gitu, hihihihi... tapi serius, carrot cake ini asli enak banget.

Gw modifikasi bagian cheese frostingnya aja...sisanya plek resep. Buat yang kurang suka manis, gulanya boleh dikurangin.

Sebagai orang yang tidak suka dengan wortel, kue ini asli sangat bisa diterima oleh gw...bau langu wortel yang biasanya bikin gw gak nyaman, tertutup oleh wangi kayu manisnya (lain kali gw tambah lagi sedikit :P ) yang bikin kue ini enak banget menurut gw karena...Topping Cheese-nya.... Yummo ^_^

Sumber: NCC, Bogasari Baking Center Cake Baking Course

Bahan Cake :
250 gr Telur (kira-kira 4 telur ukuran sedang)
300 gr gula kastor
2 gr garam
5 gr emulsifier (optional)
260 gr tepung Segitiga Biru
1 gr baking soda
1 gr baking powder
1 gr cinnamon bubuk
450 gr wortel (parut halus) (kira-kira 4 wortel ukuran kecil)
150 gr minyak

Bahan Cream Cheese Frosting :
100 gr Cream Cheese
200 gr butter
SKM semanisnya


Cara membuat cake :
1. Kocok telur, gula, garam hingga kental dengan speed tinggi. Masukkan emulsifier, kocok terus hingga kental dan meninggalkan jejak.
2. Ayak bahan kering, kemudian masukan kedalam adonan dengan speed rendah hingga tercampur rata.
3. Masukkan wortel parut, aduk rata.
4. Masukan minyak perlahan kedalam adonan hingga tercampur rata.
5. Tuangkan kedalam loyang bundar 20-22 m yang telah dialasi kertas.
6. Panggang dengan suhu 180ºC selama 30 - 45 menit (lakukan tes tusuk).

Cara membuat cream cheese frosting :
1. Kocok semua bahan hingga rata dan mengembang
2. Oleskan pada Carrot Cake.

Sunday, January 10, 2010

Roti Sobek 3 Bahan



Tertarik dengan postingan mbak Dita di FB-nya, aku yang kebetulan sedang bingung untuk mengkaryakan sisa whipped cream jadi dapat ide. Yang kebetulan lagi, sisa whip cream-nya pas untuk bikin 1 resep....jadilah sore-sore dingin, sambil main poker di FB, aku bikin roti ini. Hasilnya ??? lembut banget...mungkin karena kandungan lemak dari creamnya cukup banyak ya?

Resep ini beneran gampang banget, bahkan buat kamu-kamu yang mengaku pemula sekalipun, di jamin sukses....oh ya, jumlah cairannya tadi aku tambah...karena tepung aku terlalu kering. Berapa banyak ? hmmm....tadi lupa nimbang, tapi dikira2 aja sampai adonan enak diuleni...jangan lupa lakukan "window test" pada adonannya sebelum di proofing....selamat mencoba ^_^ (psst..lihat deh tampang aika waktu bangun tidur dan melihat roti panas yang sedang di foto, dia suka banget sama roti ini)




Bahan-bahan :
170 gr krim kental/thickened cream
2 1/2 cup tepung terigu
1 sachet/11 gr ragi instant
1/2 cup gula (optional)







Cara Membuat :
1. Campur semua bahan jadi satu, mikser dengan hook roti sampai adonan gak lengket di wadah.
2. Matikan mikser, uleni sebentar dengan tangan. Tutup wadah dengan plastic wrap atau lap, simpan di tempat hangat sekitar 20-30 menit sampai mengembang.
3. Panaskan oven 180˙C. Ambil adonan sedikit demi sedikit kemudian isi dan susun dalam loyang yang sudah dialasi kertas roti atau parchment paper. Olesi atasnya dengan susu atau kuning telur kocok plus susu, taburi topping.
4. Panggang selama kurang lebih 30 menit. Dinginkan. Dan siap disajikan.

Friday, January 1, 2010

Cinta


Bila cinta mendatangimu, ikuti dia, Walaupun jalannya sulit dan terjal.
Dan ketika sayapnya mengembang mengundangmu,
Walaupun pedang yang tersembunyi di antara ujung sayapnya dapat melukaimu.
Dan ketika ia berkata padamu untuk memercayainya,
Walaupun suaranya berserak dalam mimpimu bagaikan angin utara yang menghembus di kebun.
Bahkan ketika cinta memahkotaimu, ia akan menyalibmu.
Bahkan saat ia adalah pertumbuhanmu, maka ia juga memangkasmu.
Bahkan saat ia menaiki puncakmu dan membelai lembut rantingmu yang bermandi matahari.
Maka ia akan turun sampai ke akarmu dan mengguncangnya dari tanah.
Bagai butir jagung ia mengumpulkanmu di sekelilingnya.
Ia melucutimu sampai membuatmu telanjang.
Ia mengayakmu untuk membebaskanmu dari sekam.
Ia menggilingmu agar memutih.
Ia meremasmu sampai liat.

Lalu ia menyuruhmu mendekati api sucinya, agar kau dapat menjadi roti suci untuk pesta suci Tuhan.
Semua ini akan dilakukan oleh cinta agar kau mengetahui rahasia dalam hatimu, dan dalam pengetahuan itu menjadi bagian dari hati kehidupan.
Tetapi bila dalam ketakutanmu kau hanya mencari kedamaian dan kesenangan cinta,
Lalu lebih baik bagimu untuk menutup ketelanjanganmu dan melewati ambang lantai cinta.
Dalam dunia tanpa musik di mana kau tertawa, namun tidak semua air matamu.
Cinta memberi kesia-siaan, tetapi mengambil kesia-siaan juga.
Cinta tidak akan memiliki, kecuali bila cinta dimiliki.
Karena cinta tidak cukup hanya untuk cinta.

Ketika kau mencintai kau tidak boleh berkata,”Tuhan berada dalam hatiku,” tetapi,”aku berada dalam hati Tuhan.”
Dan jangan berpikir kau dapat langsung menuju cinta karena cinta, bila cinta menganggapmu berharga, ia akan mendatangimu.
Cinta tidak memiliki keinginan lain, kecuali untuk memenuhi dirinya sendiri.
Tetapi bila cinta dan keharusan butuh memiliki keinginan, biarkanlah ini menjadi keinginanmu :
Untuk mencair dan seperti sungai yang mengalir yang menyanyikan melodi di gelap malam. Untuk mengetahui rasa sakit dari kelembutan. Untuk dilukai oleh pemahaman atau cintamu sendiri. Untuk berdarah dengan bahagia dan nikmat. Untuk terbangun saat senja dengan hati bersayap dan berterima kasih atas hari yang penuh cinta ; Untuk beristirahat saat tengah hari dan menikmati kenikmatan cinta ; Untuk pulang ke rumah saat ombak menghantam dengan penuh rasa terima kasih ; Dan untuk tidur dengan sebuah doa bagi mereka yang dicintai oleh hati dan sebuah lagu di bibirmu.






thanks to kathy for the text

Kelas Yang bernama Kehidupan


Seorang tante saya pernah bilang kalau setiap manusia punya "life lesson" yang harus mereka kuasai dalam hidup ini. Tiap orang punya "life lesson" yang berbeda. Saya pikir "life lesson" saya adalah dalam hal mengatasi kekecewaan. Sepanjang umur saya, yang dapat saya ingat, hampir semua yang saya cita-citakan tidak saya dapatkan dalam bentuk persis seperti yang saya cita-citakan. Berulang kali saya harus menghadapi kekecewaan karena harus banting setir saat menghadapi realita. Saya tidak mau mengatakan bahwa Tuhan tidak memberikan saya apapun dalam hidup. Tuhan memberkati saya dalam banyak hal, akan tetapi entah mengapa, banyak sekali hal yang sangat saya inginkan dalam hidup, Ia berikan tidak melalui jalan yang mulus, tetapi harus berkali-kali membentur realita, dan melewati jalan panjang berliku sebelum kemudian (mudah2an)bisa aku capai.

Satu hal yang paling nyata, dalam hal cita-cita saya dibidang masak memasak. Sejak SD, saya sudah menyadari bahwa saya punya passion yang sangat besar pada makanan. Saya orang yang sangat menikmati makanan. Sejak SD, setiap kali membaca majalah, halaman pertama yang saya buka adalah halaman resep. Saya biasanya akan membaca setiap resep yang menarik dengan seksama. Setiap petunjuk yang tertulis dalam resep itu, saya bayangkan langkah-langkah pembuatannya. Seringkali, saya membaca resep-resep itu menjelang waktu tidur saya, dan ternyata saya memimpikan membuat makanan itu. Setiap kali saya tidak dapat tidur, saya akan mengambil resep masakan pemberian oom saya untuk saya baca, setiap halamannya, sampai kemudian jatuh tertidur. Setiap kali menemukan bahan yang terdengar asing, saya akan mengingatnya, dan akan merasa sangat senang jika suatu hari saya membaca keterangan tentang bahan asing itu di majalah lain. Sejak SD pula, setiap kali dimintai tolong oleh mama untuk pergi membeli masakan di satu resto chinese food dekat rumah, saya akan memperhatikan dengan sangat seksama langkah pembuatan setiap masakan yang dipesan, bahan apa saja yang dimasukkan, apakah dagingnya harus dipukul atau tidak. Sepulangnya dari resto itu, saya akan bercerita tentang seluruh hasil pengamatan saya itu pada mama, untuk dikemudian hari direka ulang oleh mama.

Tidak mengherankan, jika saat kelas 2 SMP saya sudah sangat jelas tentang cita-cita saya, yaitu mengambil jurusan masak memasak saat kuliah nanti. Semua usaha saya kerahkan untuk bisa menembus sekolah perhotelan ternama di kota Bandung. Saya memberikan perhatian saya paling besar dalam pelajaran bahasa inggris, karena saya tahu itu akan menjadi bahan ujian penerimaan sekolah perhotelan itu kelak. Jika teman-teman saya selalu menggerutu tentang sulitnya pelajaran grammar, saya justru senang dengan seluruh materi pelajaran bahasa inggris.
Cita-cita tersebut tidak pernah berubah sedikitpun hingga saya lulus dari SMA. Apa daya, saat itu kondisi keamanan di Indonesia membuat mama saya berubah pikiran. Mama saya menjadi orang pertama yang menentang cita-cita yang dahulu ia dukung. Mama cuma memberikan 2 pilihan, masuk ke Universitas swasta lain yang ia anggap lebih aman, atau dikirimkan ke China sambil menunggu kondisi Indonesia lebih aman. Saya terpaksa mengambil pilihan pertama, masuk Universitas yang lebih aman, dan mengambil jurusan yang sama sekali tidak pernah saya bayangkan akan saya ambil. Kecewa ? sudah pasti....

Rasanya seumur hidup saya harus berkali-kali berhadapan dengan situasi yang diluar kontrol saya yang akhirnya membuat apa yang saya cita-citakan gagal tercapai. Baik dari hal besar, seperti jurusan kuliah, hingga hal remeh seperti kota tujuan bulan madu yang harus aku batalkan karena kota Bali baru saja mengalami pemboman saat itu.
Berulang kali mengalami kekecewaan, ternyata tidak membuat saya semakin pintar dalam menghadapi perasaan kecewa itu. Tahun 2009 mungkin menjadi tahun terberat dalam hal mengelola rasa kecewa ini. Ditahun ini saya berkali-kali menghadapi situasi yang serba tidak pasti, yang mengakibatkan apa yang sudah dicita-citakan terpaksa dikubur atau dipending. Pertahanan kesabaran saya rasanya sudah bobol di tahun ini. Saya rasanya sudah muak harus berulang kali menelan semua kekecewaan itu. Jika sebelum-sebelumnya saya mengomel setiap kali merasa kecewa, tahun ini saya merasa sangat marah. Entah pada siapa amarah ini harus ditujukan, tapi pada akhirnya orang-orang terdekat saya yang akhirnya harus menerima semua amarah akibat dari kekecewaan yang terpendam itu.

Dalam kemarahan ini, saya bersikap seperti seorang balita yang frustasi karena tidak mendapatkan keinginannya. Jika sebelumnya saya berusaha memahami dunia sekitar saya, maka di tahun 2009 ini, saya menuntut agar dunia yang memahami saya. Saya secara kaku menuntut agar segala sesuatunya berjalan seperti apa yang saya kehendaki, dan jika tidak seperti itu, maka saya kemudian akan menjadi sangat marah. Saya menuntut orang terdekat saya, which is my betterhalf - Idar, untuk memahami segala keinginan dan perasaan saya tanpa saya mau sedikitpun memberikan celah untuk mau memahami keinginan dan perasaaannya. Berulang kali saya harus bertengkar dengannya karena segala hal remeh temeh yang gagal ia lakukan persis seperti keinginan saya, sementara segala keberhasilan Idar dalam mempersembahkan hal-hal besar saya abaikan. Amarah ini juga membuat hari-hari saya menjadi sangat tidak produktif. Demi mencegah kemarahan saya tertumpah tidak terkendali dan memperburuk hubungan saya dengan idar, setiap kali menghadapi kekecewaan, saya berusaha untuk "melarikan diri", tidak mau menghadapi permasalahan yang sebenarnya.

Dunia maya menjadi tempat pelarian saya yang paling nyaman, disana saya bisa bertemu dengan banyak sekali sahabat-sahabat maya, saya bisa mengintip sedikit kehidupan para sahabat saya tersebut dan ikut merasa senang saat sahabat saya itu sedang senang. Saya sama sekali menghindar untuk merasakan perasaan saya sendiri, enggan menghadapi diri sendiri dan berharap solusi bisa muncul dengan sendirinya tanpa perlu saya turun tangan.
Sikap yang sangat kekanak-kanakan, saya sadar sekali akan hal itu, dan juga tidak peduli. Saya termanjakan oleh Idar yang sangat pengertian, yang membiarkan saya dengan segala pola "melarikan diri" saya, paling hanya sesekali dia mengingatkan jika saya sudah terlalu jauh melarikan diri, mengingatkan saya untuk tidak terlalu cepat berlari dan tidak ingat untuk kembali. Kondisi seperti ini terus terang membuat saya sangat lelah secara mental, saya seakan-akan hidup dalam kereta rollercoaster tanpa tombol off. Dalam kelelahan itu, saya makin bersikap seperti anak kecil, yang hanya fokus pada kebutuhan diri sendiri sementara dunia diluar saya itu hanyalah latar belakang yang samar-samar, yang membuat saya pusing jika saya berusaha untuk fokus. Dalam kelelahan ini, saya berpikir bahwa dunia sedang berputar mengelilingi saya, dan bahwa saya lah pusat semesta ini.

Mengingat itu adalah pikiran irrasional, maka tidak heran jika kemudian saya jatuh semakin dalam lubang yang bernama "depresi" setiap kali harus menghadapi kekecewaan. Lubang yang secara perlahan menjebak saya saat baru saja melahirkan Makaio, dan nyaris menenggelamkan saya pasca melahirkan Aika. Saya berhasil terbebaskan dari lubang itu saat Idar memaksa saya berhadapan dengan diri saya sendiri dan mendorong saya untuk jujur mengakui passion saya dibidang makanan.
Saya tidak mau lagi jatuh ke lubang yang sama, meskipun ada banyak kecenderungan untuk menuju ke arah lubang itu. Satu-satunya cara untuk menghindari dari lubang depresi dalam hidup saya adalah menguasai ketrampilan untuk menghadapi kekecewaan. Jika itu adalah Life Lesson saya, maka saya harus belajar sangat keras supaya bisa naik kelas. Seumur hidup saya, saya bukan siswa yang rajin, malah bisa dibilang saya itu siswa yang sangat pemalas. Tuhan memberkati saya otak yang cukup encer, sehingga meskipun saya sering tertidur dalam kelas, atau bahkan membaca novel saat kuliah, saya masih bisa lulus dengan nilai yang tidak memalukan. Tuhan mungkin justru memaksa saya untuk menjadi siswa yang lebih rajin dalam kelas yang bernama kehidupan. Karena dalam kelas kehidupan ini, otak encer saja tidak cukup. Diperlukan lebih dari sekedar kerja keras dan otak encer untuk bisa lulus. Diperlukan segentong kesabaran dan kepasrahan (kualitas yang kurang saya miliki), diperlukan sekulkas penuh doa dan iman untuk membuat saya bertahan dititik normal dan tidak terseret kembali ketitik depresif. Dan dikelas ini, saya juga tidak bisa nyontek, karena tiap manusia punya bahan ujian yang berbeda-beda, sehingga ini kemudian menjadi ujian privat antara saya dan Tuhan di dalam kelas bernama kehidupan.

Sekarang, diawal tahun 2010, saya kembali membuat resolusi setelah sekian tahun absen membuatnya. Satu-satunya resolusi saya di tahun 2010 adalah lulus dalam mata kuliah yang berjudul "Kekecewaan", dan semoga saat saya lulus nanti, saya bisa mengambil mata kuliah lain, karena terus terang, belajar menguasai satu mata kuliah selama 30 tahun itu mulai terasa sangat membosankan, hehehheehe.




A Father Prayer -General Douglas MacArthur, 1952-

Build me a son, O Lord, who will be strong enough to know when he is weak, and brave enough to face himself when he is afraid; one who will be proud and unbending in honest defeat, and humble and gentle in victory.

Build me a son whose wishbone will not be where his backbone should be; a son who will know Thee and that to know himself is the foundation stone of knowledge.

Lead him I pray, not in the path of ease and comfort, but under the stress and spur of difficulties and challenge. Here let him learn to stand up in the storm; here let him learn compassion for those who fail.

Build me a son whose heart will be clear, whose goal will be high; a son who will master himself before he seeks to master other men; one who will learn to laugh, yet never forget how to weep; one who will reach into the future, yet never forget the past.

And after all these things are his, add, I pray, enough of a sense of humor, so that he may always be serious, yet never take himself too seriously. Give him humility, so that he may always remember the simplicity of true greatness, the open mind of true wisdom, the meekness of true strength.

Then, I, his father, will dare to whisper, have not lived in vain.




Jo's Note:
Saya selalu suka dengan isi doa ini, doa yang sangat indah dari orang tua untuk anak-anaknya......
Doa ini bukan saja untuk anak laki-laki saya, tapi juga untuk anak perempuan saya....saya berharap mereka dapat menjadi orang yang utuh dalam dimensi kemanusiaannya....

Sebagai orang tua, saya tidak meminta Tuhan memberikan saya anak yang paling genius,
juga tidak meminta Tuhan untuk menjadikan anak-anak saya orang yang paling sukses dan dapat menjadi penguasa dunia.....
cukup jadikan anak-anak saya manusia-manusia yang punya hati nurani, yang tidak melupakan asal usulnya.....dan yang terutama, agar anak-anak saya mengenal siapa Tuhan mereka secara pribadi....maka saya yakin, mereka akan dapat melewati segala tantangan dalam hidup ini.....

dan di saat yang sama aku juga berharap dapat menjadi anak seperti isi doa dari jendral Douglas ini bagi orangtuaku....AMIN



Tuesday, December 22, 2009

Suara Yang Paling Indah (Sebuah Renungan Tentang Indahnya Toleransi Beragama)


Tulisan ini saya ketik ulang dari buku yang sedang saya baca akhir-akhir ini. Buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya karangan Ajahn Brahm, seorang biksu pertapa yang dengan gaya bertuturnya yang ringan justru mampu membuat kita merenung.
Kenapa saya ketik ulang ? Karena saya tidak punya kemampuan untuk menuliskannya dengan cara lain yang lebih indah. Semoga tulisan ini dapat menjadi pegangan bagi kita semua di masa dimana toleransi beragama menjadi sesuatu yang semakin "mahal".

Suara Yang Paling Indah

Seorang tua yang tidak berpendidikan tengah mengunjungi sebuah kota besar untuk pertama kali dalam hidupnya. Dia dibesarkan di sebuah dusun di pegunungan yang terpencil, bekerja keras membesarkan anak-anaknya, dan kini sedang menikmati kunjungan perdananya ke rumah anak-anaknya yang modern.

Suatu hari, sewaktu dibawa berkeliling kota, orang tua itu mendengar suara yang menyakitkan telinga. Belum pernah dia mendengar suara yang begitu tidak enak didengar semacam itu di dusunnya yang sunyi. Dia berkeras mencari sumber bunyi tersebut. Dia mengikuti sumber suara sumbang itu, dan dia tiba di sebuah ruangan di belakang sebuah rumah, di mana seorang anak kecil sedang belajar bermain biola.

"Ngiiik ! Ngoook !" berasal dari nada sumbang biola tersebut.

Saat dia mengetahui dari putranya bahwa itulah yang dinamakan "biola", dia memutuskan untuk tidak akan pernah mau lagi mendengar suara yang mengerikan tersebut.

Hari berikutnya, di bagian lain kota, orang tua ini mendengar sebuah suara yang seolah membelai-belai telinga tuanya. Belum pernah dia mendengar melodi seindah itu di lembah gunungnya, dia pun mencoba mencari sumber suara tersebut. Ketika sampai ke sumbernya, dia tiba di ruangan depan sebuah rumah, di mana seorang perempuan tua, seorang maestro, sedang memainkan sonata dengan biolanya.
Seketika, si orang tua ini menyadari kekeliruannya. Suara tidak mengenakkan yang didengarnya kemarin bukanlah kesalahan dari biola, bukan pula salah sang anak. Itu hanyalah proses belajar seorang anak yang belum bisa memainkan biolanya dengan baik.

Dengan kebijaksanaan polosnya, orang tua itu berpikir bahwa mungkin semikian pula halnya dengan agama. Sewaktu kita bertemu dengan seseorang yang menggebu-gebu terhadap kepercayaannya, tidaklah benar untuk menyalahkan agamanya. Itu hanyalah proses belajar seorang pemula yang belum bisa memainkan agamanya dengan baik. Sewaktu kita bertemu dengan seorang bijak, seorang maestro agamanya, itu merupakan pertemuan indah yang menginspirasi kita selama bertahun-tahun, apapun kepercayaan mereka.

Namun, ini bukanlah akhir dari cerita.

Hari ketiga, di bagian lain kota, si orang tua mendengar suara lain yang bahkan melebihi kemerduan dan kejernihan suara sang maestro biola. Menurut anda, suara apakah itu ?

Melebihi indahnya suara aliran air pegunungan pada musim semi, melebihi indahnya suara angin musim gugur di sebuah hutan, melebihi merdunya suara burung-burung pegunungan yang berkicau setelah hujan lebat. Bahkan melebihin keindahan hening pegunungan sunyi pada suatu malam musim salju. Suara apakah gerangan yang telah menggerakkan hati si orang tua melebihi apapun itu ?

Itu suara sebuah orkestra besar yang memainkan sebuah simfoni.

Bagi si orang tua, alasan mengapa itulah suara terindah di dunia adalah, pertama, setiap anggota orkestra merupakan maestro alat musiknya masing-masing ; dan kedua, mereka telah belajar lebih jauh lagi untuk bisa bermain bersama-sama dalam harmoni.

"Mungkin ini sama dengan agama," pikir si orang tua. "Marilah kita semua mempelajari hakikat kelembutan agama kita melalui pelajaran-pelajaran kehidupan. Marilah kita semua menjadi maestro cinta kasih di dalam agama masing-masing. Lalu, setelah mempelajari agama kita dengan baik, lebih jauh lagi, mari kita belajar untuk bermain, seperti halnya para anggota sebuah orkestra, bersama-sama dengan penganut agama lain dalam sebuah harmoni!"

Itulah suara yang paling indah


(diketik ulang dari : Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya, p. 213-215)

gambar diambil dari sini

Monday, December 14, 2009

Tumis Steak Jamur


Sumber : Kumpulan hidangan sehari-hari seri 4 - SEDAP

Bahan Steak :
250 gr daging giling (jo : pake daging ayam, sesuai persediaan aja ^_^ )
1 butir telur
50 jamur kancing kaleng, cincang kasar
1/4 sdt merica bubuk
1/4 sdt garam
1/2 sdt kecap manis

Bahan Tumisan :
4 siung bawang putih, cincang kasar
1/2 buah bawang bombay, cincang kasar
1/2 buah paprika merah, potong kotak
1/2 buah paprika hijau, potong kotak
100 gr jagung manis pipil
50 gr kacang polong
2 sdt saus tiram
1 sdt saus tomat
1/4 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
400 ml air
1 sdt tepung maizena dan 1 sdt air, larutkan untuk pengental
1 sdt angciu (boleh diabaikan)
2 sdm minyak untuk menumis


Cara Membuat :

1. Steak : Aduk rata semua bahan, bentuk diameter 3 cm, padatkan dan pipihkan.

2. Tumisan : tumis bawang putih, dan bombay sampai harum. Tambahkan steak, aduk hingga berubah warna.

3. Masukkan semua bahan lainnya, kecuali air dan larutan maizena. aduk rata

4. tambahkan air, masak hingga mendidih, tambahkan larutan maizena. Masak hingga meletup-letup.

5. Menjelang diangkat, tambahkan angciu, aduk rata.


Tips : pilih daging yang agak berlemak supaya lebih gurih.

Untuk : 5 porsi